Selasa, 29 April 2014

Orang Bahagia No.1

Andai aku punya sejuta cara jitu
Untuk membuatmu menyayangiku
Andai aku punya segenap pesona indah Cleopatra
Untuk membuatmu memperhatikanku
Andai aku punya beribu alasan naif
Untuk membuatmu menyebut namaku
Andai aku punya ratusan meriam siap meledak
Untuk membuatmu menoleh padaku
AH!
Mengapa kau begitu sulit untuk kuraih?
Mengapa kau begitu fana untuk kumiliki?
Jika mendapatkanmu semudah mengerjakan soal 1+1=2
Pastilah aku orang bahagia no. 1!

17-10-2008

Membaca kalimat-kalimat di atas agak menggelitik perut saya. Sedikit cerita tentang puisi di atas. Puisi ini saya temukan ketika kehabisan ide untuk menulis sesuatu di blog ini. Puisi ini saya temukan dari file kertas-kertas puisi jaman SMA saya dulu, yang masih saya simpan rapih sampai saat ini. Puisi ini saya buat ketika baru saja memasuki dunia SMA, semester pertama di kelas pertama bangku SMA. Ia menjadi halaman pertama di buku puisi yang saya gunakan untuk menulisnya. Seperti kebanyakan abg pada umumnya, masa-masa baru memasuki dunia SMA adalah masa-masa merah jambu. Tebar pesona sana-sini. Lirik sana-sini. Begitu pun yang terjadi dengan saya kala itu, hehehe.
Saya ingat betul, puisi ini saya tulis ketika saya sedang jatuh cinta pada seseorang yang baru saja saya kenal. Ia mungkin menjadi pria 'dingin' pertama yang saya kagumi. Ah iya juga, jangan-jangan kecintaan saya melihat pria yang 'dingin' (cool-cool gimana gitu, heheh) saat ini bermula ketika itu. Hahaha. Peringainya yang dingin. Acuh tak acuh. Tidak banyak bicara namun mempesona. Begitu mampu menarik perhatian saya.
Sayangnya, mendapat perhatian darinya menjadi hal yang sukar saya raih. Ia begitu diidolakan banyak teman-teman wanita saya lainnya. Wajar. Saya tidak punya apa-apa yang bisa membuatnya menoleh pada saya. Hingga terciptalah puisi ini. Saya bersyukur, walau ia tak pernah tau bahwa tidak hanya satu puisi yang saya tulis untuknya, setidaknya, mengenalnya membuat saya lebih kreatif untuk menulis puisi. Hehehe.
Selamat menikmati. Doakan saya untuk lebih produktif lagi dalam menulis. Itu mimpi saya!
Sayonara! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar