Sabtu, 20 September 2014

Bagaimana Bisa?

Bagaimana bisa aku tak terbuai pada riang sapaanmu?
Bagaimana bisa aku tak tergoda pada manis senyummu?
Bagaimana bisa aku tak terhasut pada teduh tatapanmu?
Bagaimana bisa aku tak mencinta karena rayuanmu?
Bagaimana bisa aku tak merindu dengan renyah canda kita?
Bagaimana bisa aku tak mengagumi caramu mengucapkan 'dear' padaku?
Bagaimana bisa aku melupakan caramu tertawa pada candaanku yang gagal?
Bagaimana bisa aku melupakan caramu menarik urat wajahmu untuk menciptakan senyum di setiap pagiku?
Bagaimana bisa aku tak berharap akan setiap sentuhanmu, di belaian rambutku, di jemari dan kuku, di hatiku yang terdalam?
Bagaimana bisa aku tak merayu pada kokohnya dadamu yang selalu hangat untuk kupeluk?
Bagaimana bisa aku tak merona mengingat rajukanmu karena aku tidak pernah memberi tanda love pada akun sosial mediamu, manjamu yang seperti anak kecil itu?
Bagaimana bisa aku melupakan hal-hal pada dirimu, dari yang paling tersembunyi hingga yang paling dunia hafal?
Bagaimana bisa aku tak ingat janjimu untuk selalu bersamaku hingga lelah matahari bersinar?
Bagaimana bisa aku lupa janjimu untuk kita yang selamanya?

Lantas, bagaimana bisa kini kau meninggalkanku seorang diri? Bahkan tanpa kata cinta.
Bagaimana bisa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar