Kamu masih sibuk dengan buku yang sama, sejak kemarin kau datang ke perpustakaan yang aku kelola ini. Sastra. Sepertinya itu cabang ilmu keahlianmu. Ah, bagaiman kita bisa memiliki kesamaan? Aku juga mencintai sastra. Namun tidak melebihi cintaku padamu, sepertinya. Hari ini kau datang dengan setelan blues berwarna merah marun. Kau tampak anggun, sungguh. Ya, seperti biasanya. Kamu juga memilih bangku yang sama setiap kau datang ke tempat yang sudah seperti rumahku sendiri ini. Hal itu memudahkanku untuk memantaumu dari jauh. Hal itu juga memudahkanku, untuk selalu berusaha merahasiakan perasaanku ini.
Aku memang mengagumimu. Sangat menyukaimu. Aku jatuh cinta padamu. Jangan tanya sejak kapan kumulai menyimpan rasa ini. Aku tidak pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya. Ya, kau boleh menganggapku pecundang. Tapi aku tahu diri. Bagaimana bisa aku bersanding denganmu, ibu dosen cantik?
Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar